Sabtu, 11 Juli 2015

MImpi

Hari ini tanggal 11 Juli 2015,

tadi pagi sempet kebangun jam 5 kurang dan tidur lagi. Mimpi yang sangat aneh. Aku bermimpi dia meminta untuk bersama seperti dulu lalu menciumku dan mendekat. Itu terasa nyata dan sangat nyaman. Sentuhan bibirnya di bibirku terasa sangat nyata. Apa sebenarnya yang terjadi ? Apakah karena aku kemaren kebetulan melihat dirinya di Banhhof Gießen. Aku selalu meyakinkan diriku bahwa dia bukan la jodohku. Aku ingin selalu melupakan dia. Menjadi normal dan tidak peduli. Karena walaupun aku pedulipun, bukan peduli yang ia rasakan tetapi rasa marah dan beci.

Sebenarnya aku bingung akan semua ini. Aku selalu berdoa, jika dia memang bukan jodohku pulihkan lah hubingan kami lagi dan hilangkan rasa benci di hatinya terhadap diriku. Namun bila dia adalah jodohku tolong Tuhan dekatkan kami lagi, perbaiki hubingan kami dan hilangkan rasa benci di hatinya. Namun aku rasa itu tidaklah mungkin. Jadi aku memutuskan untuk terus menyibukan diri dan meluoakannya perlahan.

Kemarin aku datang terlalu cepat di Bahnhof karena seharusnya kita janjian jam 18:59 namun karena ada buaya yang katanya gak schaffen naik kereta yang jam itu, jadi kami mengambil kereta selanjutnya jan 19:22. Untuk mengusir bosan, seperti biasa aku pergi ke toko buku yang ada di Bahnhof. Itu adalah tempat faforitku. Disana aku membaca komik Black Butler yang sudah lama aku tidak baca. Tanpa terasa waktu pun berlalu dan ternyata sudah jam 19:19 kira kira. aku buru buru keluar dan melihat papan jadwal kereta.

Tadinya aku tidak tau kalau dia sedang duduk di situ. Ketika aku berlari keluar aku melihatnya sedang duduk bermain hp. Karena buru buru aku pun berlali keluar Bahnhof. Namun rasa penasaran ku belum tercukupi. Aku pun berlari masuk kembali dan agak bersembunyi untuk memastikan kembali apakah itu betul dia.
Ya benar !! Itu dia. Aku melihat rambutnya yang sudah lebih panjang dari sebelumnya dan disampingnya duduk tas ransel besar miliknya.

Aku sebenarnya cukup kaget. Dia sudah bisa keluar ruma ?? WOW !!
Itu cepat sekali. Sebelumnya dia di rumah sakit lalu pulang ke rumah Studentendorf nya dan sekarang sudah bisa keluar. Luar biasa bukan ?
Aku kaget dan sekaligus bersyukur. Aku seperti ingin menangis sebenarnya. Tapi aku tidak boleh melakukan itu di depan orang orang dan teman teman ku.
Aku harus menunjukan bahwa aku sudah tidak memiliki perasaan lagi seperti halnya dirinya kepadaku.

Lalu aku pergi menuju yang lain. Dan bertanya kepada Via tentang apa yang aku lihat. Untung ada Via, jadi aku masih punya mata-mata. Kami pergi ke Frankfurt. Dan buka bersama.

Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar